Langsung ke konten utama

Postingan

Kapan Pulang

Pertanyaan "Kapan pulang?" sebenarnya adalah isyarat kekhawatiran yang tersimpan di sudut hati seseorang. "Kapan pulang?" adalah pertanyaan sederhana untuk mengetahui kapan sebuah pertemuan akan mengakhiri jurang perpisahan. "Kapan pulang?" merupakan kepastian, bahwa perpisahan yang terjadi hanyalah sementara, bukan berlama-lama ataupun berabad-abad.  -Mama kepada Bianca- oleh  Dwitasari . Kata kata itu menurutku dibuat si empunya kalimat dengan indah. Terkadang heran, bahkan dengan maksud yang sama, dua orang dengan penyampaian yang berbeda akan memberikan makna yang berbeda bagi pendengarnya. Aku kagum bagaimana sebuah pemilihan dan penyampaian kata dapat sangat mempengaruhi pendapat orang lain. Aku suka cara ia menuangkan gagasan dalam pikirannya. Rasanya pesan yang ia sanpaikan berhasil tersampaikan dengan baik padaku. Dan itu memacuku untuk belajar lebih untuk merangkai kata. Menuangkan ide gagasan dalam kata-kata sepertinya akan sangat be...

a little

sumber gambar : www.zazzle.com I noticed a little I knew a little I cared a little I understood a little I wonder a little I asked a little When you talk to others, I hear a little When you help others, I smile a little Sagara. had made my life filled with some stupid happy things

Saat kita jauh dari Allah

Sabtu ini sedikit kosong, jadi aku beres2 lemari. Dirak bawah, ada tumpukan buku buku catetanku. Salah satunya buku yang kuisi dikala wisgus dan dikpus. Karena sedang sedikit gabut dan penasaran, yaudah kubuka2 lagi isinya dan kubaca baca lagi cerita2nya Salah satunya ada tulisan yang membuatku teringat. Tulisan itu aku kutip dari buku atau artikel yang pernah kubaca. Waktu pertama kali membacanya aku merasa bener-bener sedang diingatkan. Semoga tulisan ini juga bisa mengingatkan kalian, semoga kita termasuk hambaNya yang selalu diberi hidayah. Aamiin "Saat kita jauh dari Allah dan berbuat dosa, maka ditanamkanlah pada wajah kita suatu keburukan sehingga makhluk makhluk lainnya di bumi ini pun merasa tidak suka. Bila kita mendekatkan diri pada Allah dan Allah menyanyangi kita, maka dibuatlah cahaya pada wajah kita yang mengundang kasih sayang makhluk-makhluk di sekitar kita kepada kita" Chusna A

Giving is the best communication

Giving is the best communication Ditengah ngerjain laporan tiba tiba malah jadi pengen buka blog heha Ada satu hal yang ingin kutulis Hari ini rasanya jadi bukti bahwa sesuatu kecil yang kau korbankan akan membuat orang lain berkorban juga untukmu Sesuatu yang kau takut akan hilang darimu tidak akan hilang, kau tidak akan kekurangan, justru bertambah Sesuatu yang kau ikhlaskan suatu saat nanti dapat kembali Kau buat hatimu senang dan kau buat hati orang lain senang Saat kau senang segala yang kau lihat akan turut terasa menyenangkan Teruslah buat lingkaran kebaikan  sesuatu kecil yang kau lakukan mungkin berarti banyak buat mereka. Sekecil apapun yang kau berikan, mungkin akan kembali lagi padamu saat kau sedang benar benar membutuhkannya. Cerita lengkapnya gausah sekarang yaak Btw bisa banget nih buka you tube dan search pakai judul ini. Check it now. Musti nonton videonya bikin terharu, Haha yaudah ya Byebye

Jalan layang

Ada saat dimana waktu terus berputar sampai kau tak tersadar Perasaan yang dapat berubah, hati yang merekah, momen saat kau kalah, dan ilmu yang terkadang susah Waktu dimana kau kembali melalui jalanan aspal di kala terbitnya mentari pagi Pepohonan di kejauhan Langit semburat cerah Menunaikan amanah Kau kembali hidup Ada saat dimana kau menikmati langit yang terhampar, udara yang segar, meski kau sadar, laporan promik belum kelar ♢♢♢♢♢

Jus

Hari itu, petang sudah menjelang. Jaslab kubuka n buru2 ngacir keluar ruangan. Jamur sama bakteri ternyata susah diajak kenalan. Banyak ragamnya. Banyak karakternya. Yasudahlah, akunya juga belom banyak kenal sama mereka. Aku duduk di koridor, ditemani Naili. Masih mencari cari bakteri mana yang sesuai kriteria bakteri X kita. Tapi toh masih aja belum sesuai sama kriteria kita. Singkat cerita, beberapa saat setelah pengamatan, aku minum jus sambil duduk manis di angkot pink yang kunaiki dari depan bebek borme. Jus. Jus. Iya, judulku emang selalu ga nyambung. Judulku adalah benda yang kulihat saat aku memikirkan suatu hal. Kali ini, adalah jus.  Jus itu mendinginkan kerongkonganku. Kuamati titik titik es yang mengembun di pinggir2 dinding gelas plastiknya. Kristal es bergemeletuk di gigiku. Dingin. Aku mengingat kembali apa yang terjadi seharian di kampus. Banyak yang berlalu lalang. Banyak wajah yang kutemui. Beragam bentuk baju. Beraneka macam jenis sepatu yang melangkah m...

Iritabilita

Kami merasa Tidak guna bicara Pada dia yang bicaranya sudah cakap Namun telinganya, tak berlubang Raut wajahnya bergerak kesekitar Kenapa, tak mau, mendengar? Kau pasti akan lebih dihargai Bila mau mendengar opini orang lain Laut juga membutuhkan sungai, apa kamu tahu, Hidup tidak bisa sendiri Hidup juga, tidak bisa bebarengan terus Harus siap. Peka Iritabilita. Chusna A 8 10 15

Sobekan kertas (Tentang waktu dan kesibukan)

Hai. Ini di Jalan Jalak. Ini akhir pekan. Hari sudah petang. Banyak yang kulalui akhir akhir ini. Selamat datang Oktober! semua seakan ada di bulan ini. belajar cantik baca buku rasa rasanya terdengar seperti hanya mitos. Tapi tak usah lagi bercerita tentang remeh temeh kesibukan kami kali ini. karena sibuk hanya mitos. karena kesibukan itu bisa kita atur. mengaturnyalah yang harus kita ketahui caranya. Aku juga masih belajar. Masih suka keceplosan mengeluh sana sini. padahal segudang aktivitas itu bisa diatur prioritasnya, urgensinya. Kau harus belajar berkata tidak. Kau harus belajar untuk memenuhi amanat yang kau "iya"kan. di tengah tengah kesibukan ini, seperti kata seorang sobat, adalah saat dimana kita menentukan posisi kita di lingkungan sosial kita. Apakah sebagai penggerak? Apakah sebagai orang yang ilang ilangan? Apakah mereka orang yang bisa kau ajak kerja sama? Apakah kau orang yang bisa diajak untuk bekerja sama? dan ada secuil waktu yang perlu kau luangkan u...

Teh manis hangat

Sore itu adalah hari yang kelabu. Terkantuk-kantuk orang-orang bekerja di lab itu. Orang orang keluar ruangan merekatkan jaket ungu krem ke tubuh, namun dingin masih menyelimuti sela sela kulit. Sore itu seperti malam dan angin sedang tak ingin bersantai. Dia menderu, membawa titik titik hasil kondensasi air laut menciprat basah tubuh kami.  Aku berjalan, waktu itu aku lapar sehingga tempat pertama yang kutuju adalah warung warung di sepanjang jalan Ganesha. Kukenakan hoodie dari jaketku hingga melindungi kepalaku dari titik titik air. Aku duduk di tenda itu dikelilingi orang orang yang makan bersama teman teman mereka. Lampu tenda menyala terang penuh kehangatan. Bunyi kendaraan yang sesekali melintas dan menciprat genangan air terdengar menentramkan di telinga. Setelah memesan cumi saos tiram dan teh manis hangat, aku duduk tenang menikmati sore itu. Aku asyik mengamati sekelilingku. Tak lama kemudian, pesananku pun datang. Seorang pengamen kemudian datang tepat saat aku tengah ...

1 hari untuk selamanya

Laprak merajalela. Jurnal merajalela. Kelas pengling suatu hari Selasar altim tempat aku tidur subuh subuh 9009 aku pernah disana Lewat boulevard tempat daun berjatuhan Masih ingat sapaan hangat Tangga CC buat bawa danus Mikir makrab oke juga Lalu ke intel Tiap kali jalan di koridor rasanya aku ingin berlari Lembah tvst jadi pelarian tiap pagi Duduk duduk sambil dengerin suara tenis sekre sebelah Tahu bakshow boleh juga Lalu sholat di if Laptopan di if makan sari gandum Pkmnya eh belum kelar Bawa bawa jaket unit atau jaket himpunan Tiap sore aku pulang dengan senang Jalan malem malem habis olahraga Ngobrol ngobrol seru juga Padahal anginnya dingin Sampai pengen beli martabak manis Berjalan gontai selesai praktikum kimor Bawa2 jaslab dan kobam bau etil Tiap hari aku kesini Melihat ini melihat itu Jalan jalan, kaki kemana mana Kalo ketemu, amat bahagia Tapi jarang soalnya sibuk Ini sabtu ada uts kimor Belajar rajin, jangan tidur Tapi kalo gakuat gapapa Bob...

Mentari hari kemarin

Aneh. Rasanya, terus berjalan tanpa sempat melihat kebelakang. Sekarang kami sibuk, entah oleh apa. Kala dulu kaki melangkah cepat menuju pintu tepat pukul tujuh. Nuansa menyeruak. Jadi begini kuliah. Aku akan jadi seperti apa. Orang orang ini seperti apa nantinya. Tas penuh kertas. Buku penuh coretan pensil. Membelalakkan mata hingga senja. Aku terjaga. Aku menoleh. Tapi toh tidak ada siapa siapa. Semua berjalan di jalannya sendiri sendiri. Jalan saja ke salman. Sore itu. Langit oranye. Beberapa orang tampak mengobrol santai di rumput. Kuluruskan kaki di tangga. Yang ingin kulihat hanya menara. Lalu aku temui tempat nyaman, tapi bukan 'disini'. Tempat nyaman tempat bintang bintang tergelar. Api unggun menghangat. Malam itu kami seakan berlaga. Namun 'disini', aku belum berkontribusi apa apa. Lalu m ereka semua berbicara. Kubiarkan saja. Tak pernah tergerak untuk ikut bicara sebenarnya. Malas aku menyampaikan pendapat. Bodohnya aku Bulan berganti. Aku ingat pidat...