Langsung ke konten utama

Postingan

DO IT BECAUSE YOU WANT TO, BECAUSE IT MAKES YOU HAPPY (Memilih Jurusan)

DO IT BECAUSE YOU WANT TO, BECAUSE IT MAKES YOU HAPPY (TWO SIDES) 31 Agust 13 MEMILIH JURUSAN Di terapkan ke kuliah, (kebetulan pas itu aku habis kelas BK), hari itu aku tanya ke miss nya tentang “kekhawatiranku” (ya ampun, bahasaku-_-) : “Bagaimana kalau saya nanti masuk ke fakultas yang hanya sesuai dengan potensi saya namun kurang sesuai dengan minat saya?” Iya, ya, gitulah. Karena ‘bidang yang saya bisa’ dan ‘bidang yang saya sukai’ sedikit banyak, tetaplah dua hal yang berbeda. Alangkah beruntung orang yang mempunyai potensi sebagai passion mereka juga. Bisa menggeluti bidang yang mereka mampu dan sukai. Tapi tak semua orang begitu. Tak banyak yang begitu. Contohnya adalah : saya.  Memang benar passion-mu harus kamu sadari sedini mungkin dan benar, ikutilah –apa yang kamu sukai- bukan -apa yang seharusnya kamu sukai- tapi cobalah berpikir lagi. Masih banyak aspek yang bisa jadi pertimbangan.  Bayangkan kalau seseorang sebenarnya sanga...

AKU DAN MASA KECILKU

DUNIAKU DAN PETUALANGAN Bisa dibilang segalanya berawal dari sepeda. Aku suka petualangan. Aku suka outdoor. Aku suka jalan-jalan, suka menjelajah tempat-tempat baru, bertemu banyak orang-orang baru, melihat banyak hal baru, dan sebagainya. Sebenarnya setelah aku pikir, hal pertama yang membuatku menyukainya adalah sepeda.  Dan itu menjadi hal yang kusadari sekarang ini, adalah proses penting dalam pembentukan karakterku. Semuanya berawal dari aku yang waktu itu masih duduk di bangku kelas 2 SD dengan riang gembira mengayuh sepeda baru pemberian ayahku. Waktu itu aku sangat bahagia. Meski bolak balik jatuh, aku sangat bahagia. AKU DAN MASA KECILKU Aku di masa kecil, adalah anak SD yang pemalu. Pendiam dan nggak mau ngajak ngomong orang kalau nggak diajak omong duluan. Doyannya mager di rumah. Sehari-harinya ya doing things in the house kayak gambar-gambar, baca buku dongeng, nonton tivi, imajinasi, bengong, apa kek ,, yang penting di r...

Life’s like reading bicycle. To keep balance, you must keep moving.

(Berawal dari sepeda..) Balik ke sepeda. Bersepeda itu membuka pikiran. Kenapa? Berikut alasan-alasan yang kudapat dari hasil riset: 1.       Membuat lebih ramah dan adaptif. Selama di jalan aku bertemu banyak orang maka otomatis aku menyapa banyak orang. Sekalipun nggak kenal, aku harus tetap  aruh-aruh (tau kan->unggah-ungguh orang Jawa) hehe :> Tanpa sadar itu membuatku bisa lebih ramah pada orang lain. Tau bagaimana cara berkenalan yang baik, Membuatku jadi lebih udah beradaptasi dengan lingkungan luar. 2.       Ayahku juga mengenalkan padaku tentang arti kompetisi melalui ini. Itu karena aku, adik, dan ayahku kadang balapan. Yang nyepeda paling belakang yang kalah. Wkwk. Adekku ngayuhnya juga kenceng.       Balapannya di tempat yang sepi tapi, biar ga mengganggu lalu lintas. Selama bersepeda kita tetep harus memperhatikan sekeliling.  Jangan sampai aku nubruk gerobak penj...

Dihantuin BELALANG

DIHANTUIN BELALANG (Bisa dibilang semua berawal dari sepeda) Dulu pas main masak-masakan kita pernah nemu belalang mati. Belalang sembah warna ijo. Kami (aku dan tetanggaku) pun jongkok dengan tangan dilipat diatas lutut. Dengan wajah lugu dan berbekal cuthik di tangan, kami tunyuk-tunyuk ( baca : sentuh :P) belalang itu. Belalangnya diem aja. Gak gerak sama sekali. Kami pun bingung belalangnya mau diapain. Ntar kalau ada yang nginjek terus keplenyeeeet gimana? Akhirnya kami berniat untuk menguburkannya.  Karena halaman rumahku udah hampir ga ada lagi tanah yang kosong, dan begitupun dengan halaman temanku, kami memutuskan mencari pekarangan yang lebih layak untuk si belalang. Pencarian kami berakhir di pekarangan belakang rumah tetangga kami yang lain, Anggi. Pasti Anggi mau, Anggi kan baik :)) :p Berbekal niat tulus dan perlengkapan seadanya, kami pun mulai menggali lubang kecil untuk si belalang. “Anggep aja lagi main masak-masakan,” “Hahh??” Aku bingu...